Rabu, 16 Mei 2012

Peralatan Photography Lainnya

a)    Monopod dan Tripod
Funsgsi monopod dan tripod adalah menyangga kamera, yang membedakan antara keduanya adalah jumlah kaki penyangganya. Ketinggian keduanya dapat diatur. Alat ini digunakan untuk menghintari tremor (getaran yang menyebabkan gambar goyang).

Tripod


Monopod

            b)    Flash
Flash merupakan alat yang memproduksi cahaya bantu. Di kamera digital modern flash sudah menjasi satu bagian dengan kamera, yang disebut build in flash. Flash yang terpisah dengan kamera disebut flsh eksternal. Flash ini dapat di satukan langsung dengan kamera maupun dengan konektor.


Flash Internal


Flash External


            c)    Handgrip
Handgrip adalah bahan tambahan untuk memperkuat handle kamera. Handgrip juga mempermudah fotografer dalam melakukan rotasi terhadap kameranya.


            d)   Filter
Filter berfungsi sebagai alat pelindung lensa yang dapat digunakan juga sebagai alat mempercantik gambar. Filter terdiri dari 2 jenis yaitu filter yang hanya mengoreksi warna dan filter yang bisa menambahkan efek pada foto. Contoh jenis-jenis filter  :
*      Filter Ultra Violet; digunakan untuk pelingung lensa dan menyaring sinar ultra violet yang berlebihan masuk kedalam kamera.
*      Filter Skylight; merupakan filter yang memunculkan warna biru aygn ada pada langit.
*      Filter Polarizing; filter ini dapat menghilangkan pantulan bayangan dari kaca.
*      Filter Difuser atau Soft; untuk yang satu ini dapat memberikan efek soft pada objek.


           e)    Film
Film dibagi menjadi dua yaitu filem positive dan filem negative, yang membedakkanya adalah cara pencuciannya dan bahannya. Kepekaan sebuah filem ditentukan oleh beberapa satuan seperti ISO (International Standard Organization) dan ASO (America Standard Organization). Sedangkan jenis-jenis filem berdasarkan kepekaanya ada 4, yaitu : slow (25-64 ISO), medium (100-200 ISO), fast film (400-800 ISO), dan ultra fast film (800 ISO keatas).

»»  READMORE...

Bagian-bagian Kamera

a)    Body
Bagian in berfungsi untuk melakukan proses pencahayaan yang selanjutnya akan memproduksi gambar.


            b)    Rana (Shutter)
Fungsi rana adalah mengatur cahaya masuk kedalam kameralewat hitungan kecepatan. Shutter Speed berpengaruh untuk objek bergerak, tingal stel sesuai keinginan kit aingin membuat foto itu nampak seperti motion blur, atau freezing.


            c)    Lensa
Fungsi lensa adalah mengantarkan cahaya masuk kedalam tubuh kamera. Yang membantu para fotografer berani memandang matahari adalah sebah lapisan yang dibuat dari uap logan yang terletak di permukaan lensa yang bernama coating.
Jenis-jenis lensa :
*      Lensa normal; standar, sesuai dengan pandangan mata. Jaraknya antara 50mm-55mm.


*      Wide Angel; jarak fokusnya antara 18mm-35mm. Melulaskan jarak pandang dengan cara menjauhkan objek. Depth of filed atau jarak antara sumber yang paling dekat dan yang paling jaur yang dapat muncul dari focus tajam sebuah foto yang dipunyai juga sangat luas.


*      Tele; fungsinya menimbulkan efek mempersempit jarak pandang hingga objek serasa berhimpitan.


*      Makro; digunakan untuk memotret objek dengan sangat dekat tanpa menimbulkan distrosi.


*      Fish eye; efek yang ditimbulkan oleh lensa ini adalah bojek foto terdistrosi menjadi oval dan tampak gepeng.


             d)   Gelang Diafragma dan Lubang Aperture
Diafragma adalah cincin terbuka untuk menyeleksi cahaya masuk. Dan lubang yang ditinngalkan olah diafragma adalah aperture. Besar kecilnya angka sewaktu menyetting diafragma akan menentukan depth of field pada objek, angka tersebut disebut f number atau f-stop.


             e)    Viewfinder
Viewfinder adalah jendela bidik tempat anda melihat bayangan objek yang akan direkam.


              f)     Lightmeter
Fungsinya adalah untuk mengukur cahaya yang masuk kedalam kamera dan membantu fotografer untuk menyetting cahaya sesuai keinginan.

Ini yang berada di dalam kamera:


              g)    White Balance
White balance adalah alat untuk mengatur warna putih yang dihasilkan oleh cahaya. Dan ada juga alat untuk megatur suhu yang disesuaikan dengan white balance, yang memiliki satuan Kelvin.

»»  READMORE...

Jenis-Jenis Kamera

a)    Kamera Lubang Jarum (Pinhole Camera)
Kamera lubang jarum merupakan kamera yang bisa dibuat dari bahan apapun (handmade). Kamera ini memiliki system yang dibuat pada view finder kamera, yaitu memasukkan cahaya secara langsung dari lensa ke filem. Jadi ketika menggunakan kamera ini yang tidak memiliki view finder dan shutter speed kina hanya menggunakan feeling untuk mengambil gambar tersebut.
Kamera ini merupakan sebuah alat memotret yang mengedepankan artistik dan efek-efek seperti vignette dan fish eye. Kamera jenios ini haya diperuntukan untuk benda-benda mati. Karena kamera in tidak dapat menangkap objek benda hidup yang bergerak. Kelebihan kamera ini adalah bentuknya yang bisa disesuainak dengan keininan kita dan mudah dibawa kemanapun kita pergi.
Prosep pembuatan pinhole dengan menggunakan piloks dan selotip hitam. Caranya dengan mengecat seluruh bagian kaleng, dan pastikan tidak ada cahaya yang masuk kedalam. Kemudian tentukan titik yang akan dijadikan lensa kamera. Lalbu beri selotip hitam yang telah dialasi kerta, lalu buat lubang tersebut.
Proses pemotretannya mengguakan cara membuka tutup lubang tersebut, yang sebelumya dimasukkan kertas filem si kamar gelap agar tidak ada cahaya yang masuk. Dan ketika ingim memotret, buka selotip yang melindungi lubang lensa. Dan yahaya masuk otomatis akan terekam sendiri ke dalam kertas filem.


b)    Twins Lens Reflex Camera ( Kamera TLR)
Prinsip kamera ini adalah parallax. Lensa dan view finder kamera terpisah. Cermin yang dimiliki oleh kamera tersebut adalah cermin permanen yang jumlahnya ada 2. Kekurangan kamera ini adalah lensanya yang tidak dapat ditukar dan dilepaskan, objek terlihat terbalik pada view finder, dan kamera ini tidak praltis apabila digunakan untuk memotret gambar yang mempunyai gerak cepat. Namun, hasil foto yang dihasilkan kamera ini sangat baik. Dan view finder yang berada diatas kamera memudahkan fotografer untuk memilih angle. 


      c)  Single Reflex Camera (SLR)
Kamera ini paling sering dipakai oleh fotografer karena kamera ini praktis digunakan. Memiliki cermin datar yang membentuk sudut 45 derajat tepat dibelakang lensa, yang membuat bayangan pafa view finder sama persis dengan aslinya, lensa kamera dapat diganti sesuai keinginan, desainnya tidak terlalu kaku, dan aksesoris dan suku cadangnya mudah dicari. Kalera SLR merupakan kamera yang paling laku di pasaran. Sehingga kamera SLR manual sekarang telah berevolusi menjadi kamera SLR digital (DSLR). Kamera SLR manual mengguanakan filem, sedangkan yang digital menggunakan memory card. Namun, kamera in memaksa fotografer untuk menggerakan tubuhnya lebih luwes. Selain itu ukurannya yang cukup besar membuat kamera SLR tidak praktis untuk dibawa.



      d) Kamera View Finder
Kamera ini berjaya pada tahun 80-an dan kamera ini disebut kamera saku dan saat in iberubah nama menjadi toys kamera. Ciri kamera ini adalah bentuknya yang mungil, lensanya sudah dipatenkan bahan kamera ini sangat bervariasi, dan mempunyai system focus yang baik. Tapi kamera ini memiliki ruang ketajaman yang sangat datar, bukaan diaghfrahmanya 5,6 dan  jendela bidiknya sangat kecil.



     e)  Kamera LOMO
Kamera ini merupakan salah satu kamera yang berdampak pada perkembangan fotografi modern. Kamera ini identik dengan kamera lubang jarum. Bentuknya tidak lebih besar dari kamera SLR. Kamera ini merupakan anak dari kamera lubang jarum, tetepi dengan kemasan yagn lebih eksentrik. Hal yang menarik dari kamera ini adalah kamera ini tidak mempunyai aturan dalam merekam sebuah objek. 

Dan masih banyak lainnya seperti :
         Polaroid Camera 
Kamera Polaroid atau lebih dikenal dengan kamera langsung jadi adalah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna dinamakan film polacolor. Menurut sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini dirancang untuk pertama kalinya oleh Dr. Edwin Land dari perusahaan Polaroid dan dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya adalah merek dagang, seperti orang menyebut semua pasta gigi dengan nama Pepsodent, atau orang menyebut sepeda motor dengan nama Honda.

Polaroid film adalah film yang ditemukan oleh Edwin Land. Menghasilkan foto dalam waktu singkat (dalam beberapa menit saja), tetapi tidak mempunyai negatif.

Jepretan pertama dengan menggunakan kamera polaroid dilakukan oleh Dr Edwind Land pada tahun 1944, sedangkan jepretan pertama di muka bumi ini (dengan kamera yang ada pada saat itu) dilakukan oleh Niceephore Niepce yang memotret gudang di halaman belakang rumahnya di Prancis pada tahun 1826.

»»  READMORE...

Minggu, 13 Mei 2012

Easy Gif Animator 5 Pro Full Crack Free download

Easy GIF Animator 5 Pro


Easy GIF Animator 5 pro adalah software kuat namun sangat mudah untuk membuat dan mengedit gambar GIF animasi. Dengan animasi GIF editor sobat dapat dengan mudah membuat gambar animasi, banner dan tombol dalam waktu singkat. Sobat dapat menggunakan fitur-fitur khusus untuk menambahkan efek visual yang menakjubkan dan mempersiapkannya untuk dipublikasikan pada halaman web sobat. Easy GIF Animator 5 pro mendukung semua jenis animasi GIF dan menyediakan kompresi tinggi dan kualitas yang hebat untuk gambar GIF animasi. Untuk melengkapi semua ini, Easy GIF Animator 5 pro adalah yang terbaik sebagai animasi GIF editor saat ini.
Fitur:
1. Mudah membuat banner animasi, gambar dan tombol
2. Buat gambar GIF animasi dari awal
3. Edit dan memodifikasi gambar animasi GIF
4. Menambahkan efek visual animasi GIF Anda
5. Membuat efek teks bergerak
6. Optimalkan animasi gambar GIF
7. Gambar GIF animasi di web browser
8. Resize seluruh animasi sekaligus
9. Mengelola frame animasi
10. Mengatur jumlah loop animasi dan durasi frame
11. Ekstrak frame animasi terpisah
12. Reverse GIF animasi atau sebagian darinya
13. Mudah mengatur transparansi
14. Menambahkan suara ke animasi
15. Simpan animasi dalam format Flash SWF
16. Cari di Web untuk menemukan gambar untuk digunakan dalam animasi
17. Ekspor GIF animasi ke format AVI
18. Gunakan GIF, JPG, PNG dan BMP gambar dalam animasi
19. Hasilkan HTML kode untuk animasi penerbitan di web
»»  READMORE...

Sabtu, 12 Mei 2012

Pemecahan Masalah dalam Matematika

Masalah dan pemecahan masalah dalam Pembelajaran-Suatu pertanyaan merupakan suatu masalah tergantung kepada individu dan waktu. Suatu pertanyaan merupakan suatu masalah bagi peserta didik, tetapi mungkin bukan suatu masalah bagi peserta didik yang lain dan pertanyan merupakan suatu masalah bagi seorang peserta didik pada suatu saat, tetapi bukan merupakan suatu masalah lagi bagi peserta didik pada saat berikutnya.
Menurut Poyla (1973) , terdapat dua macam masalah di dalam matematika, yaitu:
1)        Masalah untuk “menemukan suatu” yang teoritis ataupun praktis, abstrak maupun konkret, termasuk teka-teki. Untuk “menemukan sesuatu” itu landasan dalam menyelesaikan masalah adalah: (a) apa yang dicari?: (b) data apa saja yang telah diketahui?: (c) apa saja syarat-syaratnya?
2)        Masalah terkait dengan “membuktian” atau menunjukan bahwa suatu pertanyaan itu benar atau salah  atau tidak kedua-duanya. Bagian utama dari masalah jenis ini adalah hipotesis dan konklusi dari suatu teorema  harus dibuktikan kebenarannya.

Syarat suatu soal dapat dijadikan sarana pemecahan masalah bagi peserta didik antara lain:

1)        pertanyaan yang dihadapkan kepada peserta didik harus dapat dimengerti oleh peserta didik tersebut:
2)        merupakan tantangan baginya untuk menjawab:
3)        tidak dapat dijawab dengan prosedur rutin yang telah diketahui si peserta didik, dengan kata lain peserta didik akan mampu menangkap pengetahuan baru untuk menyelesaikan masalah jika peserta didik itu benar-benar mengetahui prinsip-prinsip yang dipelajari sebelumnya: dan
4)        peserta didik mengorganisasi kembali pelaman-pengalaman yang lalu untuk menyelesaikan masalah sehingga peserta didik mampu memilih pengalaman-pengalaman yang lalu yang relevan dengan masalah yang dihadapi itu.

Pemecahan masalah didifinisikan oleh Poyla (1975) sebagai usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan, mencapai suatu tujuan yang tidak dengan segera dapat dicapai. Pemecahan adalah merupakan proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Karena itu pemecahan masalah merupakan suatu tingkat aktivitas intelektual yang tinggi.
Adapun kemampuan pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah kempuan peserta didik dalam memahami, memilih pendekatan dan strategi pemecahan serta menyelesaikan masalah

Pentingnya mengajarkan pemecahan masalah, yaitu:

(1)     peserta didik menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan, kemudian menganalisanya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya:
(2)     keputusan intelektual akan timbul dari dalam merupakan hadiah intristik bagi peserta didik:
(3)     potensi intelektual peserta didik meningkat: dan
(4)     peserta didik belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses memecahkan masalah

Indikator pemecahan masalah adalah sebagai berikut.

(1)     Memahami masalah.
(2)     Mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan.
(3)     Menyajikan masalah secara matematis.
(4)     Memilih metode pemecahan masalah.
(5)     Mengembangkan strategi pemecahan masalah.
(6)     Menafsirkan model matematika dari suatu masalah.
(7)     Menyelesaikan masalah.

Keterampilan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah sebagai berikut.
1)        Memahami masalah: memahami dan mengidentifikasi apa fakta atau informasi yang diberikan, apa yang ditanyakan, diminta untuk dicari atau dibuktikan.
2)        Memilih pendekatan atau strategi pemecahan masalah: misalkan menggambarkan masalah dalam bentuk diagram, memilih dan menggunakan pengetahuan aljabar yang diketahui dan konsep yang relevan untuk membentuk model atau kalimat matematika.
3)        Menyelesaikan masalah: melakukan operasi hitung secara benar dalam menerapkan strategi untuk mendapatkan solusi dari masalah.
4)        Menafsirkan solusi: memperkirakan dan memeriksa kebenaran jawaban, masuk akalnya jawaban, dan apakah memberikan pemecahan terhadap masalah.
 
Menurut Poyla dalam penerapan masalah, terdapat empat langkah yang harus dilakukan yaitu:
(1)     Memahami masalah.
(2)     Merencanakan penyelesaian masalah.
(3)     Menyelesaikan masalah sesuai rencana, dan
(4)     Memeriksa kembali hasil yang diperoleh.
»»  READMORE...

Mudahnya Hitung soal Matematika

Trik hitung soal matematika – Belajar Matematika sangat mengasyikkan jika kita tahu cara penyelesaiannya. Persoalan matematika biasanya dikerjakan dengan cara-cara yang pasti/baku, atau dengan trik-trik yang dapat mempermudah perhitungan pada umumnya. Bila Anda ingin makin mahir dalam bidang Matematika, hendaknya sering melatih diri dengan menyelesaikan persoalan Matematika sebanyak mungkin.

Di bawah ini ada beberapa tips dan trik penyelesaian soal matematika dengan cepat, antara lain :

1. Soal Matematika, Pengkuadratan Angka Berakhiran Lima
langkah-langkahnya :
a) Kalikan angka sebelum angka lima dengan angka urutan selanjutnya.
b) Tuliskan angka 25 di belakang angka hasil dari a)
contoh :
i. 652 = ?
a) 6 x 7 = 42
b) hasil : 4225
ii. 1052 = ?
a) 10 x 11 = 110
b) hasil : 11025
2. Soal matematika, Pengkuadratan Dua Angka Bilangan yang dimulai dengan Lima
langkah-langkahnya :
a) Tambahkan bilangan 25 dengan bilangan satuannya.
b) Kuadratkan bilangan satuannya.
(khusus untuk angka satuan 1, 2, dan 3, hasil kuadratnya dituliskan 01, 04, dan
09)
c) Hasil akhir adalah gabungan a) dan b)
contoh :
i. 512 = ?
a) 25 + 1 = 26
b) 12 = 01
c) hasil : 2601
ii. 592 = ?
a) 25 + 9 = 34
b) 92 = 81
c) hasil : 3481
3. Soal matematika, Pengkuadratan Dua Angka Bilangan yang diakhiri angka Satu
langkah-langkahnya :
a) Kuadratkan angka bulatnya.
b) Jumlahkan angka tersebut dengan angka bulatnya.
c) Hasil akhirnya adalah jumlah dari a) dan b)
contoh :
i. 612 = ?
a) 602 = 3600
b) 61 + 60 = 121
c) hasil : 3600 + 121 =3721
ii. 212 = ?
a) 202 = 400
b) 21 + 20 = 41
c) hasil : 400 + 41 = 441
4. Soal matematika, Perkalian Satu Angka dengan 11 (11; 110; 1,1 dan seterusnya)
langkah-langkahnya :
a) Tuliskan angkanya.
b) Sisipkan angka dari jumlah dua angka tersebut. Hati-hati bila hasil penjumlahannya lebih dari 9, angka puluhannya dijumlahkan dengan angka pertama.
contoh :
i. 24 x 11 = ?
a) 2 ? 4
b) 2 + 4 = 6 –>> Hasilnya : 264
ii. 67 x 11 = ?
a) 6 ? 7
b) 6 + 7 = 13 –>> 6 + 1 = 7 –>> Hasilnya : 737
5. Soal matematika, Perkalian Satu Angka atau Dua Angka dengan 99 (0,99; 9,9; 990 dst.)
langkah-langkahnya :
a) Kurangi bilangan tersebut dengan angka 1.
b) Kurangi bilangan 100 dengan bilangan tersebut.
c) Hasil akhirnya adalah gabungan dari a) dan b)
contoh :
15 x 99 = ?
a) 15 – 1 = 14
b) 100 – 15 = 85
c) hasilnya : 1485
6. Soal matematika, Perkalian Bilangan Genap dengan 1,5; 2,5; 3,5 dst.
langkah-langkahnya :
a) Kalikan bilangan pengali dengan 2.
b) Bilangan yang dikalikan dibagi dengan angka 2.
c) Hasil akhirnya adalah perkalian a) dan b)
contoh :
16 x 4,5 = ?
a) 4,5 x 2 = 9
b) 16 : 2 = 8
c) hasilnya : 9 x 8 = 72
7. Soal matematika, Perkalian Satu atau Dua Angka dengan 101 (1,01; 10,1 dst)
langkah-langkahnya :
a) Tuliskan angkanya dua kali.
b) Sisipkan nol atau koma.
contoh :
i. 27 x 101 = ?
a) 2727
ii. 4 x 101 = ?
a) 44
b) hasilnya : 404
8. Soal matematika, Perkalian Dua Bilangan yang Nilainya Berselisih Dua
langkah-langkahnya :
a) Kuadratkan bilangan di antaranya.
b) Hasilnya : a) -1.
contoh :
i. 11 x 13 = ?
a) 122 = 144
b) Hasilnya : 144 – 1 = 143

Semoga artikel mengenai Tips dan Trik Hitung soal matematika ini bermanfaat bagi Anda.

»»  READMORE...

Cara Membaca Tulisan Bahasa Jerman

Belajar Membaca Tulisan Bahasa Jerman

Halo semuanya, berjumpa lagi ya, setelah lama blog ini vacum. Kali ini saya akan berbagi dengan anda semuanya, yaitu informasi tentang Cara Membaca Tulisan Bahasa Jerman, pasti ini sangat bermanfaat bagi Anda, oke kalau begitu berikut pemaparannya.
Dalam pembelajaran bahasa khususnya bahasa Jerman, terdapat empat keterampilan yang harus dikuasai oleh seseorang pembelajar Bahasa Jerman. Keempat keterampilan itu adalah, keterampilan membaca (Lesefertigkeit), berbicara (Sprechfertigkeit), menyimak (Hörfertigkeit), dan menulis (Schreibfertigkeit).

Tidak begitu sulit Membaca Tulisan Bahasa Jerman

Sebagian besar kata atau kalimat bahasa Jerman dibaca sesuai dengan apa yang tertera pada tulisannya. Untuk lebih jelasnya penulis akan menerangkan dan memberikan contoh cara membaca tulisan bahasa Jerman.
Huruf abjad dalam bahasa Jerman
Aa Be Ce De Ee eF Ge Ha Ii Jot Ka eL eM eN Oo Pe Qu eR eS Te Uu Vau We iX Ypsilon Zet Ääa-umlaut Üüu-umlaut Öőo-umlaut βEsZet
Belajar Membaca Tulisan Bahasa Jerman – Tidak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Hanya yang berhuruf tebal saja yang berbeda. Itu pun berbeda pengucapan hurufnya, tapi bila sudah ada di dalam kata, bunyinya akan sama dengan bahasa Indonesia
Membaca Tulisan Bahasa Jerman
Contoh:
Qualität – dibaca: kualitet
variabel – dibaca: fariabel
Januar – dibaca: Yanuar
Wolf – dibaca: Volf
Zebra – dibaca: Tsebra
Typ – dibaca: tüp (ü lihat penjelasan di bawah)
Tapi ada tambahan huruf lagi dalam bahasa Jerman, yaitu umlaut:
ä (a umlaut), biasa juga ditulis dengan ae
ö (o umlaut), biasa juga ditulis dengan oe
ü (u umlaut), biasa juga ditulis dengan ue
Nah ini yang susah. Susah untuk menuliskan bagaimana ketiga huruf umlaut itu dibaca. Harus mendengar dan melihat langsung. Tapi kira-kira begini:
ä – pengucapannya mirip dengan pengucapan e
ö – pengucapannya antara mengucapkan o dan u (mulutnya mancung ya…)
ü – pengucapannya antara mengucapkan u dan e (mulutnya mancung ya…)
Masih ada satu huruf lagi: ß (eszett). Ini cara membacanya gampang. Jangan panik dulu melihat bentuknya. Membacanya seperti membaca huruf s yang ‘tajam/tebal’ atau double s – ss.
Contoh: Grüßen dibaca: Gruessen.
Lalu ada lagi gabungan beberapa huruf yang sering dipakai dalam Bahasa Jerman:
äu – dibaca oi/oy
ch – dibaca kh tebal
ck – dibaca k
ei – dibaca ai
eu – dibaca oi/oy
ie – dibaca i panjang
sp, st – bila diawal kata dibaca dengan s seperti syin atau sh atau sy; bila ditengah dibaca tipis seperti biasa
sch – membacanya juga seperti s pada syin atau sh atau sy.
Masih ada lagi beberapa huruf yang sering ditulis berdekatan. Tapi cara membacanya biasa saja seperti bahasa Indonesia.
Misalnya: Pf dalam Pfau (merak) dibaca Pfau seperti biasa.
Kasus lain:
– pengucapan huruf h. Bila huruf h terdapat di tengah kata, maka h ‘tidak dibaca’, tapi membaca a nya agak panjang aa.
Contoh: Mahnung – dibaca Manung.
- pengucapan huruf s. Bila huruf s diikuti vokal, maka dibaca z.
Contoh: Sonne – dibaca Zonne
- -ig. Bila ig terletak di akhir kata, maka dibaca ih.
Contoh: billig – dibaca billih
Sebetulnya masih ada lagi, yaitu akhiran -en, pada kata kerja bentuk dasar bahasa Jerman. Akhiran -en, ini biasanya ***capkan tak jelas.
Misalnya: machen – dibaca: mach‘n
Demikian dasar-dasar cara membaca satuan terkecil kata dalam bahasa Jerman. Mudah-mudahan tidak ada yang tertinggal.
Satu catatan: Pada kenyataan sehari-hari kerap terdengar ketakpersisan cara membaca/mengucapkan dari orang-orang native Jerman sekalipun. Hal ini dikarenakan- seperti juga pada semua bahasa di dunia- ‘pengucapan bahasa’ atau pronounciation memang bukanlah ilmu pasti. Ia dipengaruhi oleh dialek, tempat/lokasi, dan juga tingkat pendidikan.
Sebagai penutup berikut ada beberapa contoh sekedar untuk melengkapi:
- Michael Schumacher – dibaca: Mikhael Shumakher
- Winter – dibaca: Vinter
- Vogel – dibaca: Fogel
- Läufer – dibaca: Loyfer
- meine – dibaca: maine
- Europa – dibaca: Oyropa
- zurück – dibaca: tsuruek
- Biene – dibaca: Biine

Semoga artikel mengenai Cara Membaca Tulisan Bahasa Jerman ini bermanfaat bagi Anda  :)

»»  READMORE...